Penjadwalan CPU merupakan salah satu komponen penting dalam sistem operasi yang berperan dalam mengatur urutan eksekusi proses untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya komputer. Pemilihan algoritma penjadwalan yang tepat dapat memengaruhi kinerja sistem, khususnya pada parameter waiting time, turnaround time, dan utilisasi CPU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja algoritma First Come First Serve (FCFS) dan Shortest Job First (SJF) berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh melalui dokumentasi berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas implementasi serta evaluasi algoritma penjadwalan CPU. Teknik analisis data dilakukan menggunakan content analysis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, perbandingan, dan sintesis temuan dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma FCFS memiliki keunggulan berupa kesederhanaan implementasi dan keadilan berdasarkan urutan kedatangan proses, tetapi rentan mengalami convoy effect yang dapat meningkatkan waktu tunggu. Sebaliknya, algoritma SJF mampu menghasilkan rata-rata waiting time dan turnaround time yang lebih rendah sehingga lebih efisien dalam pengelolaan proses, meskipun berpotensi menyebabkan starvation pada proses berdurasi panjang. Dengan demikian, pemilihan algoritma penjadwalan CPU perlu disesuaikan dengan karakteristik beban kerja dan tujuan operasional sistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memahami karakteristik algoritma penjadwalan CPU serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengembangan sistem operasi yang lebih efektif.
Copyrights © 2026