Penelitian ini diselenggarakan guna mengidentifikasi serta mengukur secara komprehensif signifikansi imbas dari ekosistem institusi pendidikan yang mengadopsi prinsip-prinsip spiritualitas Katolik terhadap eskalasi dorongan belajar peserta didik di SMA Katolik Theodorus Kotamobagu. Di tengah tantangan pendidikan modern yang kerap terjebak pada orientasi kognitif pragmatis, pendekatan holistik menjadi urgensi tersendiri. Memanfaatkan metode kuantitatif dengan corak deskriptif-analitik, pengumpulan informasi dijalankan lewat instrumen angket digital berskala Likert kepada populasi pelajar aktif. Temuan analisis memaparkan bahwa iklim akademik yang menonjolkan atensi ikhlas, rasa peduli (cura personalis), integritas yang nirkompromi, ketertiban, serta penghormatan absolut pada kemajemukan menghasilkan efek yang amat konstruktif terhadap fondasi psikologis siswa. Berbagai aktivitas penempaan kepribadian khusus yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, semacam Theodorus Spirituality and Creativity (TSC) maupun Theodorus Camp, secara empiris terbukti sanggup mengakselerasi ketangguhan mental (grit) pelajar sehingga mereka lebih bernyali menantang rintangan akademik dan memiliki resiliensi tinggi saat menghadapi kegagalan. Simpulan dari riset ini menggarisbawahi adanya korelasi kausalitas yang positif sekaligus signifikan antara iklim sekolah berlandaskan ajaran Katolik dengan melambungnya motivasi intrinsik, dedikasi, serta gairah menuntut ilmu para siswa secara utuh.
Copyrights © 2026