Banjir di Jalan Ciremai Raya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada 5 Januari 2026, mengganggu aktivitas warga karena menghambat akses ke Perumnas dan permukiman sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi administrasi publik untuk mengidentifikasi tiga penyebab utama banjir, yaitu curah hujan tinggi, drainase yang tersumbat, serta belum terpadunya sistem monitoring CCTV BPBD dan SPBE. Kondisi tersebut memengaruhi koordinasi antar instansi dalam penanganan banjir. Policy brief ini merekomendasikan pengembangan dashboard banjir digital, penyusunan SOP lintas instansi, serta pemasangan sensor drainase berbasis IoT untuk meningkatkan efektivitas respons bencana pemerintah daerah.
Copyrights © 2026