Perkembangan bahasa yang ekspresif adalah salah satu elemen krusial dalam masa pertumbuhan anak-anak kecil, yang berpengaruh pada kemampuan mereka untuk menyampaikan ide, pikiran, emosi, dan kebutuhan kepada orang lain. Sebagai lingkungan pertama yang anak temui, keluarga memainkan peran yang sangat signifikan dalam proses pembelajaran bahasa ekspresif. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi kontribusi lingkungan keluarga terhadap pertumbuhan bahasa ekspresif pada anak-anak di usia dini melalui analisis literatur. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian pustaka dengan menelaah sejumlah buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang aktif berkomunikasi, pemberian stimuli bahasa yang teratur, kegiatan membaca bersama, serta gaya pengasuhan yang responsif dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak. Di sisi lain, kurangnya interaksi verbal dan penggunaan gadget yang berlebihan dapat menghambat perkembangan bahasa ekspresif. Maka dari itu, keluarga memiliki posisi strategis dalam mengoptimalkan kemampuan berbahasa anak sejak usia dini.
Copyrights © 2026