Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap media massa secara signifikan, khususnya dalam penyiaran televisi. Penelitian ini mengkaji definisi konseptual dari teknologi penyiaran dan televisi, menganalisis trajektori sejarahnya, serta mengeksplorasi implikasi sosial-politiknya dengan berfokus pada konteks Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-historis, penelitian ini melacak evolusi televisi dari tahap awal mekanis dan elektronik hingga platform digital dan streaming berbasis internet kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pergeseran teknologi dari analog ke digital telah meningkatkan kualitas audio-visual, kapasitas saluran, dan interaktivitas audiens secara drastis, media itu sendiri tetap terikat erat dengan kekuasaan struktural. Dinamika ini dicontohkan oleh rekam jejak sejarah Televisi Republik Indonesia (TVRI) selama masa Orde Baru, di mana negara meregulasi konten penyiaran secara ketat dan memanfaatkan televisi sebagai alat terpusat untuk propaganda pemerintah, stabilisasi politik, serta mobilisasi pemilu melalui operasi sistematis seperti Rencana Operasi Penerangan (Renopen). Kesimpulannya, teknologi televisi tidak hanya berfungsi sebagai aparatus teknis untuk menyebarkan informasi, pendidikan, dan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penting dari pengaruh sosial-politik yang mencerminkan ekosistem politik yang berlaku pada zamannya.
Copyrights © 2026