Pengembangan energi panas bumi di kawasan Geotermal Mutubusa, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, merupakan upaya pemanfaatan energi terbarukan yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pengembangan geotermal terhadap suhu tanah, kualitas air, tutupan vegetasi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengukuran suhu tanah pada radius 0,5–3,0 km dari sumur geotermal, pengujian kualitas air (pH, TDS, dan suhu), analisis citra satelit periode 2020–2024, serta wawancara masyarakat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linier, korelasi Pearson, dan GIS. Hasil menunjukkan suhu tanah menurun seiring bertambahnya jarak dari sumur geotermal (T = −7,2x + 71,5; R² = 0,94). Nilai pH air berkisar 6,3–6,9, TDS 210–355 ppm, dan suhu 28–33°C. Tutupan vegetasi menurun dari 82% menjadi 69%, sedangkan 65% masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Pengelolaan lingkungan berkelanjutan diperlukan melalui pemantauan kualitas air, rehabilitasi vegetasi, dan pengawasan AMDAL.
Copyrights © 2026