Digitalisasi ritual keagamaan di media sosial telah mengubah bagaimana masyarakat merepresentasikan dan berinteraksi dengan nilai-nilai sakral. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti representasi publik terhadap konten ritual Hindu Bali di akun Instagram @mediaorasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konten komentar netizen, penelitian ini mengidentifikasi dua tren utama dalam representasi publik. Pertama, munculnya representasi apresiasi yang memperkuat identitas budaya dan kebanggaan budaya, di mana platform digital berfungsi sebagai ruang untuk pendidikan. Kedua, munculnya representasi kritis yang menempatkan netizen sebagai pengawas moral yang memantau perilaku keagamaan dan mengkritik simbol-simbol keagamaan yang sudah masuk ke ranah pemasaran atau dunia bisnis. Temuan ini menunjukkan bahwa akun @mediaorasi bukan sekedar media informasi, melainkan menjadi sebuah ruang bagi pengguna media sosial untuk berkontestasi membanggakan budayanya, dan sebagai ruang saling mengingatkan antar pengguna media sosial mengenai marwah dari nilai spiritual bukan sebagai tempat pencitraan.
Copyrights © 2026