Penelitian ini membahas konsep penciptaan kematian dan kehidupan sebagai ujian dalam Surah Al-Mulk ayat 2. Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia, sehingga dapat diketahui siapa yang paling baik amalnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna penciptaan kematian dan kehidupan serta implikasinya terhadap pemahaman manusia mengenai hakikat kehidupan menurut perspektif Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis tafsir dari berbagai mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian dan kehidupan bukan sekadar fenomena biologis, melainkan bagian dari ketetapan Allah yang memiliki tujuan pendidikan dan spiritual. Kehidupan dipahami sebagai kesempatan untuk beramal saleh, sedangkan kematian menjadi pengingat akan keterbatasan manusia serta adanya pertanggungjawaban di akhirat. Konsep ujian dalam ayat ini menekankan bahwa kualitas amal lebih diutamakan daripada kuantitasnya. Dengan demikian, Surah Al-Mulk ayat 2 mengajarkan bahwa kehidupan dan kematian merupakan sarana evaluasi keimanan dan ketakwaan manusia, sehingga mendorong individu untuk menjalani kehidupan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada nilai-nilai kebaikan.
Copyrights © 2026