Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang harus ditanamkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, perkembangannya sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru mengelola karakteristik personal peserta didik di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik siswa kelas V (aspek keaktifan dan kedisiplinan) dengan kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran di SD Negeri 124398 Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama guru kelas V, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui observasi fasilitas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik keaktifan siswa berhasil dioptimalkan melalui strategi integratif berupa penggunaan ice breaking dan media pembelajaran interaktif yang memicu rasa ingin tahu (curiosity). Selain itu, pengelolaan karakteristik kedisiplinan menggunakan pendekatan humanis-persuasif (nasihat tanpa kekerasan) terbukti menciptakan iklim kelas yang aman secara psikologis, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk berani berargumen dan bernalar kritis.
Copyrights © 2026