Penelitian ini membahas variasi qirā’at al-Qur’an dan pengaruhnya terhadap penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Qirā’at tidak hanya dipahami sebagai perbedaan cara membaca al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari otentisitas transmisi wahyu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW melalui jalur periwayatan mutawatir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk variasi qirā’at serta implikasinya terhadap perluasan makna dan penafsiran al-Qur’an dalam perspektif tafsir klasik dan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis literatur ulumul Qur’an, kitab tafsir klasik, serta jurnal ilmiah terbaru dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi qirā’at memiliki kontribusi signifikan dalam memperluas makna ayat (tawsi‘ al-ma‘na), memberikan penegasan makna, serta memengaruhi istinbāṭ hukum dalam beberapa ayat tertentu. Contoh seperti QS Al-Fatihah ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 222, dan QS Al-Ma’idah ayat 6 menunjukkan bahwa perbedaan qirā’at menghasilkan dimensi makna yang saling melengkapi tanpa adanya kontradiksi. Dalam tafsir klasik, qirā’at digunakan sebagai sumber utama dalam penentuan makna ayat, sedangkan dalam kajian kontemporer, qirā’at diposisikan sebagai pendekatan linguistik dan hermeneutik dalam memahami al-Qur’an secara lebih komprehensif. Kesimpulannya, qirā’at al-Qur’an berperan sebagai instrumen epistemologis yang tidak hanya menjaga otentisitas bacaan al-Qur’an, tetapi juga memperkaya interpretasi makna dalam tradisi tafsir Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa keberagaman qirā’at merupakan bentuk keluasan makna al-Qur’an yang bersifat sistematis, ilmiah, dan tetap berada dalam koridor wahyu.
Copyrights © 2026