Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, stres kerja, dan self-control terhadap cyberloafing behavior pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sumber data primer. Populasi penelitian berjumlah 36 pegawai, dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh (sensus), yaitu dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel karena jumlahnya kurang dari 100 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan studi pustaka. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel beban kerja, stres kerja, self-control, dan cyberloafing memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta bebas dari multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = 6,712 + 0,225 X1 + 0,666 X2 - 0,131 X3 + e. Koefisien regresi menunjukkan bahwa beban kerja (X1) dan stres kerja (X2) berpengaruh positif terhadap cyberloafing, sedangkan self-control (X3) berpengaruh negatif terhadap cyberloafing. Hasil uji t menunjukkan bahwa beban kerja (X1), stres kerja (X2), dan self-control (X3) berpengaruh signifikan terhadap cyberloafing. Hasil uji F menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini sudah tepat. Hasil uji koefisien determinasi R2 menunjukkan besarnya sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 90,4%, sedangkan sisanya sebesar 9,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti lingkungan kerja, pengawasan, konflik peran, dan lain-lain di luar penelitian ini.
Copyrights © 2026