Kemampuan motorik halus merupakan aspek perkembangan yang penting pada anak usia dini karena berperan dalam mendukung kemandirian dan kesiapan belajar. Hasil observasi di Pos PAUD Rendeng Ceria menunjukkan bahwa beberapa anak usia 2–3 tahun masih mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas yang memerlukan koordinasi mata dan tangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan motorik halus anak melalui aktivitas Montessori. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan melalui aktivitas Bonekaku Rapi dan Jemuran Ceria yang dirancang untuk melatih keterampilan jari, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam memasang dan melepaskan kancing, menggunakan penjepit pakaian, serta melakukan koordinasi gerakan secara lebih mandiri. Dengan demikian, aktivitas Montessori efektif digunakan sebagai stimulasi untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Copyrights © 2026