Penelitian ini mengeksplorasi fenomena distorsi pesan dalam komunikasi organisasi melalui analisis paradigma, aliran informasi, dan hambatan komunikasi di era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa distorsi pesan dipengaruhi secara signifikan oleh paradigma organisasi yang diadopsi. Paradigma klasik cenderung menciptakan hambatan birokrasi yang kaku dan hierarkis, sementara paradigma transisional menawarkan aliran informasi yang lebih terbuka namun rentan terhadap tantangan psikologis penerima pesan. Di era digital, muncul hambatan baru berupa ambiguitas bahasa informal di media sosial, minimnya umpan balik, serta ketergantungan pada infrastruktur teknologi. Penelitian menyimpulkan bahwa mitigasi distorsi memerlukan integrasi standarisasi pesan, penguatan budaya respons aktif, dan pemahaman mendalam terhadap faktor psikologis selektivitas individu dalam menerima informasi.
Copyrights © 2026