Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecanduan media sosial terhadap perkembangan sosial emosional remaja awal di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah pola interaksi remaja, di mana penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi memicu kecanduan yang memengaruhi aspek psikologis dan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari remaja berusia 12–15 tahun yang aktif menggunakan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dalam intensitas tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali fenomena secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial berdampak pada penurunan kualitas interaksi sosial langsung, rendahnya empati, serta munculnya ketidakstabilan emosi seperti kecemasan dan fenomena fear of missing out (FOMO). Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengawasan dan edukasi strategi intervensi yang efektif bagi remaja dan keluarga untuk menjaga keseimbangan perkembangan sosial emosional di era digital.
Copyrights © 2026