Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang memengaruhi keberhasilan siswa. Namun, di era teknologi saat ini, lembaga pendidikan menghadapi tantangan signifikan dalam membangun budaya literasi. Dalam penelitian ini, digunakan metodologi kualitatif deskriptif, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 2 Nanggela telah diimplementasikan melalui tahapan pembiasaan, seperti Ini adalah diskusi yang menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan belajar yang baik, kolaborasi yang aktif antara siswa dan orang tua, dan penggunaan model pendidikan inovatif seperti Project-Based Learning (PjB) semua diperlukan untuk meningkatkan literasi. Selain itu, ada sejumlah faktor yang menghambat upaya ini. Literasi di SDN 2 Nanggela masih sangat baru. Untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca secara permanen, diperlukan dukungan melalui penyediaan fasilitas yang memadai, peningkatan partisipasi orang tua, dan pendekatan pendidikan inovatif yang mendorong kemampuan kognitif kritis siswa (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Copyrights © 2026