Penelitian ini mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna motif ragam hias jalur merak jingga pada festival tradisi pacu jalur di Teluk Kuantan. Jalur merak jingga merupakan perahu panjang asal Desa Sawah, Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki nilai historis, estetis, dan budaya yang tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap dua generasi jalur, yaitu generasi 2009 dan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bagian bentuk motif ragam hias mencakup figur wanita, burung merak, bintang-bintang, kaluk pakis, siku keluang, kuntum tak jadi, daun paku gajah, awan selimpang, bulan sabit, semut beriring, daun keladi, takuluak barembai, awan larat, pucuk rebung, dan tipografi yang disusun horizontal mengikuti struktur fisik jalur. Fungsi motif ragam hias meliputi fungsi fisik sebagai penghias, fungsi sosial sebagai penanda identitas, dan fungsi budaya sebagai media pewarisan nilai dan tradisi Desa Sawah. Makna motif terbagi atas makna denotatif yang merujuk pada representasi visual langsung, makna konotatif yang mengandung nilai keindahan, kemegahan, dan keharmonisan, serta makna mitologis yang berkaitan dengan kepercayaan spiritual masyarakat.
Copyrights © 2026