Pengaruh Physical Activity dan Psychological Well-being terhadap Lonelines pada lansia di gereja GPIB di kota Surabaya. Kesepian sendiiri didefinisikan sebagai perasaan subjektif yang tidak menyenangkan yang diakibatkan dari kesenjangan antara hubungan social yang diharapkan dengan yang dimiliki. Aktivitas fisik, baik individu maupun kelompok, dipandang dapat mengurangi kesepian melalui peningkatan interaksi social, perbaikan suasana hati, dan peningkatan efikasi diri. Sementara itu, kesejahteraan psikologis, yang mencakup dimensi seperti hubungan positif dengan orang lain dan penerimaan diri, berperan sebagai factor pelindung terhadap kesepian. Melalui kerangka teori kognitif social dan teori identitas social, penelitian ini berhipotesis bahwa aktivitas fisik dan kesejahteraan psikologis sakan berkorelasi negative secara signifikan dengan kesepian pada lansia. Sampel penelitian berjumlah 110 lansian yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga instrument psikologi yaitu skala Aktivitas Fisik, skala Psychological Well-Being dan skala Lonelines yang telah melalui beberapa tahapan uji asumsi klasik. Hasil dari uji tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik berpengaruh signifikan terhadap loneliness dan kesejahteraan psikologis berpengaruh siginifikan terhadap loneliness, hasil menunjukkan bahwa sebanyak 97,2% variasi loneliness dapat dijelaskann oleh aktivitas fisik dan kesejahteraan psikologis, sedangkan 2,8% dipengaruhi oleh factor lain yang diluar penelitian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran kedua variabel tersebut dalam mitigasi kesepian lansia, khususnya dalam konteks komunitas social.
Copyrights © 2026