Hubungan referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan adalah pertalian makna atau jawaban teka-teki dengan maksudnya. Jawaban teka-teki atau cangkriman disebut juga batangan, sedangkan maksud wangsalan disebut isi. Penutur dikatakan bisa menafsirkan wangsalan jika mampu menemukan hubungan tersebut. Kenyataannya, banyak masyarakat Jawa yang kesulitan menafsirkan wangsalan sindhenan. Konsep tentang wangsalan tidak hanya dihubungkan dalam pertalian bentuk saja namun juga pertalian makna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) hubungan bentuk referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan, (2) hubungan isi referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan, dan (3) fungsi pragmastilistika referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi. Data dianalisis menggunakan metode intertekstualitas dan pragmatik fungsional. Data berwujud kata, frasa dan kalimat wangsalan sindhenan. Data didapatkan dari teks sindhenan dalam rekaman pagelaran wayang kulit tiga generasi dan lintas gagrag. Hasil penelitian ini menghasilkan proposisi: (a) hubungan bentuk fonetikal dan leksikal menjadi tengara referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan (b) hubungan isi konseptual dan asosiatif perwujudan paralelisme semantis referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan (c) kemanunggalan fungsi estetis dan ilokusi teraktualisasi dari hubungan referensi-inferensi dalam wangsalan sindhenan.
Copyrights © 2017