Artikel ini mengkaji bagaimana konsep hisbah dapat dirumuskan sebagai kerangka konseptual untuk memperkuat syakhsiyyah mahasiswa di perguruan tinggi Islam. Kajian ini berangkat dari adanya ketegangan antara identitas normatif kampus Islam dengan temuan empiris yang masih menunjukkan kerentanan moral mahasiswa, seperti judi online, mengkonsumsi obat terlarang, kecurangan akademik, permisivitas seksual berisiko, dan lemahnya disiplin diri. Penelitian ini menggunakan desain studi kepustakaan kualitatif dengan menghimpun data dari sumber-sumber klasik tentang hisbah, literatur pendidikan Islam kontemporer, dan artikel-artikel ilmiah mutakhir mengenai moralitas mahasiswa di pendidikan tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, sedangkan analisis data memakai analisis isi, kritik sumber, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hisbah bukan sekadar mekanisme pengawasan eksternal, melainkan etika pengawalan yang memadukan fungsi kontrol, nasihat moral, disiplin diri, dan tanggung jawab kelembagaan. Dalam konteks perguruan tinggi Islam, hisbah dapat menguatkan syakhsiyyah mahasiswa melalui lima dimensi, yaitu Penguatan Visi, Misi, dan Karakter Kampus Islam, Penguatan Sistem Pembinaan Ruhiyah Mahasiswa dan Sivitas, Penguatan Model Kontroling yang Persuasif, Disiplin, dan Bertanggung Jawab, Penguatan Sistem Konseling Islam yang Menjamin Privasi dan Berkeadaban, dan terakhir Integrasi Sistem Hisbah dalam Sistem dan Budaya Akademik
Copyrights © 2026