Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam kontribusi pengajian dalam membentuk pemahaman konsep keluarga sakinah pada ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Darunnufus. Tingginya dinamika problematik rumah tangga modern menuntut adanya edukasi berkelanjutan yang dapat diakses secara inklusif oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, pendidikan non-formal keagamaan menjadi salah satu solusi strategis yang paling adaptif. Kajian ini menggunakan metode deskriptif analitis untuk membedah fenomena yang terjadi secara sistematis. Data primer dikumpulkan melalui tahapan wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil utama dari penelitian ini menunjukkan tiga temuan fundamental. Pertama, majelis taklim terbukti mengarah kepada adanya wadah kegiatan yang produktif dan berkesinambungan lintas generasi; berfungsi sebagai ruang silaturahmi, katarsis emosional, dan persiapan pranikah. Kedua, terdapat pengajaran akidah dan akhlak yang diimplementasikan secara praktis dalam manajemen rumah tangga, termasuk etika melayani pasangan, komunikasi sehat, dan resolusi konflik melalui jalur musyawarah. Ketiga, pengajian ini secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran pada diri mereka, di mana jamaah memiliki kontrol emosi yang jauh lebih baik, menerapkan pola asuh islami yang berbasis kesabaran, serta membangun sistem dukungan timbal balik baik secara material maupun moral dengan pasangan. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pengajian di Majelis Taklim Darunnufus bukan sekadar kegiatan transfer dogma teologis, melainkan sebuah intervensi sosial-kognitif yang terstruktur untuk memberdayakan perempuan dalam membangun ketahanan keluarga secara menyeluruh.
Copyrights © 2026