Era digital membawa tantangan besar bagi pola asuh anak usia dini, di mana paparan gawai yang tidak terawasi berisiko memicu perubahan sikap anak menjadi agresif dan pemarah. Banyak orang tua di daerah semi-perdesaan menghadapi kendala manajemen waktu karena kesibukan bekerja, sehingga bersikap permisif dalam memfasilitasi gawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi dan memperkuat kapasitas digital parenting orang tua siswa. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tiga tahapan utama: persiapan (analisis kebutuhan), pelaksanaan (workshop edukasi dan simulasi kasus nyata), serta evaluasi deskriptif. Pada sesi simulasi, orang tua dilatih langsung mengaktifkan fitur kontrol gawai dan menyusun family plan (rencana aksi digital keluarga) untuk menjadwalkan aktivitas digital anak di rumah. Hasil evaluasi berbasis pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kompetensi orang tua yang nyata dari berbagai aspek yaitu pemahaman literasi digital, keterampilan teknis kontrol gawai, manajemen waktu dan kemampuan komunikasi emosional. Melalui lembar refleksi, orang tua berkomitmen membatasi waktu layar anak maksimal 1 jam per hari, memfilter konten edukatif, serta menyisihkan waktu konsisten untuk mendampingi anak secara aktif. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Sebagai keberlanjutan program, disarankan adanya kolaborasi lanjutan berupa pendampingan langsung di rumah.
Copyrights © 2026