Kepatuhan diet merupakan determinan penting dalam pengendalian glikemik pada diabetes melitus tipe 2, namun sering rendah akibat keterbatasan akses konseling gizi yang berkelanjutan. Telehealth berpotensi memperluas jangkauan konseling dan meningkatkan pendampingan perilaku. Tujuan: Menilai efektivitas intervensi konseling gizi berbasis telehealth terhadap kepatuhan diet dan kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pre-test–post-test melibatkan 60 responden (30 intervensi; 30 kontrol) di layanan kesehatan primer. Kelompok intervensi menerima konseling gizi telehealth terstruktur selama 8 minggu (video call/pesan instan), sedangkan kelompok kontrol menerima layanan standar. Kepatuhan diet diukur menggunakan kuesioner skor 0–100, sedangkan kontrol gula darah diukur melalui HbA1c dan glukosa darah puasa. Analisis dilakukan dengan uji berpasangan untuk perubahan dalam kelompok dan uji komparatif antar kelompok pada α=0,05. Hasil: Skor Kepatuhan diet kelompok intervensi meningkat dari 54,3±9,6 menjadi 78,6±8,4 (p<0,001), sementara kontrol meningkat dari 53,8±10,1 menjadi 58,2±9,7 (p=0,08). HbA1c kelompok intervensi turun dari 8,4±1,1 menjadi 7,2±0,9 (p<0,001), sedangkan kontrol berubah dari 8,3±1,0 menjadi 8,0±1,0 (p<0,001). Glukosa puasa intervensi turun menjadi 142,8±22,6 mg/dL dari 176,5±28,4 (p<0,01). Kesimpulan: Konseling gizi berbasis telehealth meningkatkan kepatuhan diet dan kontrol glikemik, sehingga dapat digunakan sebagai model intervensi gizi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Saran, telehealth dapat disarankan sebagai model intervensi gizi yang scalable dan hemat biaya.
Copyrights © 2026