Kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan dalam program pengendalian TBC karena berkontribusi terhadap kegagalan terapi, kekambuhan, dan resistensi obat. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh faktor demografis, klinis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian putus berobat pada pasien TBC. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional berbasis data sekunder dengan sampel 1.485 responden. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi data, bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan Rasio Prevalensi (RP), serta multivariat menggunakan regresi logistik biner untuk menentukan faktor dominan dengan Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan signifikan dengan kejadian putus berobat (p = 0,001; RP = 1,799; 95% CI: 1,250–2,589), sementara variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Analisis multivariat menunjukkan jenis kelamin (OR = 1,857; p = 0,001) dan tipe pasien (OR = 1,657; p = 0,048) sebagai faktor signifikan, dengan jenis kelamin paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor perilaku dan karakteristik pasien dalam kepatuhan pengobatan TBC.
Copyrights © 2026