Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan mental emosional seperti kecemasan dan loneliness yang berpotensi menurunkan kualitas hidup serta menghambat pengendalian penyakit. Intervensi psikososial dengan pendekatan keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia untuk mengatasi masalah psikososial sehingga mereka dapat mencapai kualitas hidup yang baik meskipun mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh manajemen diri berbasis dukungan keluarga terhadap kecemasan dan loneliness pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Jumlah responden sebanyak 84 orang yang terdiri dari kelompok intervensi (n=42) dan kelompok kontrol (n=42) dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Family Support Scale (FSS). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kecemasan pada kelompok intervensi berkurang secara signifikan dari (Mean=11,21; SD=3,159) menjadi (Mean=5,93; SD=1,488), dibandingkan dengan kelompok kontrol dari (Mean=12,79; SD=4,508) menjadi (Mean=11,69; SD=2,236) setelah mengikuti manajemen diri berbasis dukungan keluarga. Rerata loneliness pada kelompok intervensi berkurang dari (Mean=40,69; SD=7,703) menjadi (Mean=33,67; SD=5,299), dibandingkan dengan kelompok kontrol dari (Mean=44,12; SD=9,696) menjadi (Mean=38,00; SD=4,768). Terdapat pengaruh manajemen diri berbasis dukungan keluarga terhadap kecemasan dan loneliness pada kelompok intervensi (p=0,000). Pada kelompok kontrol tidak ditemukan pengaruh bermakna terhadap kecemasan (p=0,113), sedangkan pada variabel loneliness masih ditemukan perubahan bermakna (p=0,000). Terdapat perbedaan nilai rerata kecemasan dan loneliness antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah mengikuti manajemen diri berbasis dukungan keluarga (p=0,000; p<0,05) dan (p=0,000; p<0,001). Manajemen diri berbasis dukungan keluarga terbukti memberikan dampak positif dalam membantu lansia dengan hipertensi mengatasi kecemasan dan loneliness serta mencegah terjadinya gangguan mental emosional.
Copyrights © 2026