Pendahuluan: Luka merupakan kerusakan jaringan yang rentan mengalami infeksi akibat kontaminasi mikroorganisme sehingga diperlukan sediaan antiseptik yang efektif dan aman. Rimpang kunyit memiliki kandungan kurkumin, flavonoid, dan minyak atsiri yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan mempercepat penyembuhan luka sehingga berpotensi diformulasikan dalam bentuk gel antiseptic. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel antiseptik sediaan obat luka dari ekstrak etanol rimpang kunyit serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antiseptiknya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan desain post test only. Populasi penelitian adalah sediaan gel ekstrak etanol rimpang kunyit dengan sampel berupa tiga formula konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, dan 15% yang dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Variabel penelitian meliputi mutu fisik gel dan aktivitas antiseptik. Pengumpulan data dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan antarformula.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat, homogen, berwarna kuning kecoklatan, dan berbau khas kunyit. Nilai pH gel berada pada rentang 5,2–6,1 sehingga sesuai dengan pH kulit. Formula dengan konsentrasi ekstrak 15% memberikan daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan formula lainnya. Simpulan: Ekstrak etanol rimpang kunyit dapat diformulasikan menjadi gel antiseptik sediaan obat luka dengan mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi luka. Formula 15% menunjukkan efektivitas terbaik sebagai gel antiseptik luka.
Copyrights © 2026