p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Rahmadani Rahmadani
Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi dan Uji Stabilitas Salep Ekstrak Kunyit Untuk Penyembuhan Luka Sayat Tikus Rahmadani Rahmadani; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Supiyani Supiyani; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59178

Abstract

Pendahuluan: Luka sayat merupakan kerusakan jaringan yang dapat menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif terapi luka semakin berkembang, salah satunya kunyit (Curcuma longa L.) yang mengandung kurkumin dan minyak atsiri dengan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Namun, formulasi sediaan topikal yang stabil masih menjadi tantangan dalam pengembangan produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan salep ekstrak kunyit serta mengevaluasi stabilitas fisik dan efektivitasnya terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium. Populasi penelitian adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus), dengan sampel sebanyak 15 ekor yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan. Metode sampling dilakukan secara simple random sampling. Variabel penelitian meliputi karakteristik fisik salep, stabilitas sediaan, dan lama penyembuhan luka sayat. Salep diformulasikan dalam beberapa konsentrasi ekstrak kunyit dan dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas selama penyimpanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran diameter luka setiap hari. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji ANOVA.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi salep ekstrak kunyit memiliki bentuk semi padat, homogen, pH sesuai kulit, dan stabil selama penyimpanan. Kelompok perlakuan dengan salep ekstrak kunyit menunjukkan penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan kontrol, ditandai dengan penurunan diameter luka yang signifikan.Simpulan: Salep ekstrak kunyit memiliki stabilitas fisik yang baik dan efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih.
Formulasi Gel Antiseptik Sediaan Obat Luka Dari Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Rahmadani Rahmadani; Ferina Septiani Damanik; Cut Intan Annisa Puteri; Lilik Septiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59179

Abstract

Pendahuluan: Luka merupakan kerusakan jaringan yang rentan mengalami infeksi akibat kontaminasi mikroorganisme sehingga diperlukan sediaan antiseptik yang efektif dan aman. Rimpang kunyit memiliki kandungan kurkumin, flavonoid, dan minyak atsiri yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan mempercepat penyembuhan luka sehingga berpotensi diformulasikan dalam bentuk gel antiseptic. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel antiseptik sediaan obat luka dari ekstrak etanol rimpang kunyit serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antiseptiknya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan desain post test only. Populasi penelitian adalah sediaan gel ekstrak etanol rimpang kunyit dengan sampel berupa tiga formula konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, dan 15% yang dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Variabel penelitian meliputi mutu fisik gel dan aktivitas antiseptik. Pengumpulan data dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan antarformula.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat, homogen, berwarna kuning kecoklatan, dan berbau khas kunyit. Nilai pH gel berada pada rentang 5,2–6,1 sehingga sesuai dengan pH kulit. Formula dengan konsentrasi ekstrak 15% memberikan daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan formula lainnya. Simpulan: Ekstrak etanol rimpang kunyit dapat diformulasikan menjadi gel antiseptik sediaan obat luka dengan mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi luka. Formula 15% menunjukkan efektivitas terbaik sebagai gel antiseptik luka.