Latar Belakang: Anak dengan Down Syndrome (DS) memiliki berbagai kondisi klinis yang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kondisi seperti hipotonia, kelainan jantung bawaan (Congenital Heart Disease/CHD), dan penyakit penyerta berpotensi mengganggu kemampuan menyusu dan mempertahankan laktasi. Tujuan: Menganalisis determinan keberhasilan ASI eksklusif pada anak Down Syndrome. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 70 ibu yang memiliki anak Down Syndrome. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik biner dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Proporsi keberhasilan ASI eksklusif sebesar 47,1%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penyakit penyerta, CHD, hipotonia, mudah lelah saat menyusu, kesulitan mengisap, dan kebutuhan bantuan posisi berhubungan signifikan dengan keberhasilan ASI eksklusif (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa CHD (AOR=0,24; 95%CI=0,07–0,83), hipotonia (AOR=0,25; 95%CI=0,07–0,88), dan penyakit penyerta (AOR=0,29; 95%CI=0,09–0,93) merupakan faktor dominan yang menurunkan peluang keberhasilan ASI eksklusif. Kesimpulan: Keberhasilan ASI eksklusif pada anak Down Syndrome dipengaruhi terutama oleh kondisi klinis anak. CHD merupakan faktor paling dominan yang menurunkan keberhasilan ASI eksklusif. Diperlukan dukungan laktasi dan pendampingan multidisiplin untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif pada anak Down Syndrome.
Copyrights © 2026