Abstrak Perkembangan media sosial di era digital membawa pengaruh besar terhadap cara peserta didik membangun identitas, berinteraksi, dan memahami iman. Arus informasi yang masif, budaya validasi melalui likes dan komentar, serta paparan terhadap berbagai pandangan hidup yang bertentangan dengan nilainilai Kristiani menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda gereja masa kini. Pendidikan Agama Kristen dituntut untuk tidak hanya menekankan aspek kognitif dan doktrinal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata kehidupan mereka. Berlandaskan Roma 12:2 yang menekankan transformasi melalui pembaruan budi, penelitian ini menyoroti penerapan PAK kontekstual sebagai strategi pembentukan karakter kristiani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai sumber literatur, hasil penelitian terdahulu, serta kajian teologis dan pedagogis yang relevan untuk membangun argumentasi yang sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK kontekstual mampu mengintegrasikan tiga dimensi penting secara bersamaan, yaitu penghayatan iman, pembentukan karakter, dan penguatan literasi digital kritis, sehingga peserta didik tidak hanya memahami ajaran iman secara teoretis tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyikapi konten dan interaksi di ruang digital.
Copyrights © 2026