Fenomena childfree semakin berkembang sebagai bagian dari diskursus selfcare kontemporer yang menempatkan kebebasan individu sebagai prinsip utama dalam pengambilan keputusan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna kebebasan dalam diskursus self-care terkait fenomena childfree, mengkaji kritik antropologi dan etika Kristen terhadap pemahaman tersebut, serta merekonstruksi konsep kebebasan yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang bersumber dari artikel ilmiah nasional dan internasional mengenai childfree, self-care, kebebasan, antropologi, feminisme, dan etika Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan dalam diskursus self-care masih didominasi oleh pemahaman sebagai otonomi individu yang berorientasi pada kebebasan memilih, otonomi atas tubuh, dan aktualisasi diri. Perspektif antropologi menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk relasional, sedangkan etika Kristen memandang kebebasan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama. Berdasarkan kedua perspektif tersebut, penelitian ini merekonstruksi kebebasan sebagai konsep multidimensional yang mengintegrasikan otonomi individu, relasionalitas, serta tanggung jawab moral dan spiritual.
Copyrights © 2026