Perkembangan teknologi yang pesat telah meningkatkan jumlah limbah elektronik (e-waste) yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya tanah akibat kandungan logam berat yang bersifat toksik dan persisten. Di Kota Jayapura, pengelolaan limbah elektronik masih dilakukan secara informal sehingga meningkatkan risiko pencemaran tanah dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran tanah akibat limbah elektronik menggunakan pendekatan total konsentrasi dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel tanah secara purposive dan composite sampling pada empat lokasi, yaitu TPA Koya Koso, Waena, Hamadi, dan Abepura. Analisis logam berat Pb, Cd, Cu, dan Cr dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan uji TCLP digunakan untuk menilai potensi pelindian logam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb memiliki konsentrasi tertinggi dan melebihi baku mutu pada beberapa lokasi, sementara Cu, Cd, dan Cr umumnya berada di bawah ambang batas pada analisis total. Namun, hasil TCLP menunjukkan bahwa Cu, Pb, dan Cd memiliki mobilitas tinggi dan melampaui baku mutu, yang mengindikasikan risiko pencemaran air tanah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pencemaran tanah tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi total logam, tetapi juga oleh mobilitasnya, sehingga pendekatan kombinasi memberikan gambaran risiko lingkungan yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026