Pembangunan Villa Scuba yang terletak di wilayah pesisir Pantai Tulamben, Kabupaten Karangasem, merupakan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi. Kompleksitas ini disebabkan oleh banyaknya pekerjaan yang saling bergantung dan harus dikoordinasikan secara menyeluruh, serta adanya tekanan waktu pelaksanaan yang ketat, yang dapat memicu keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis risiko keterlambatan dalam proyek konstruksi Villa Scuba di kawasan pesisir Tulamben, Karangasem, Bali. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 responden yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas pemilik proyek, perencana, kontraktor, dan pekerja lapangan. Penelitian ini menemukan 34 jenis risiko keterlambatan, yang dikategorikan menjadi 21 risiko tidak diharapkan (undesirable) dengan 31 strategi mitigasi, dan 13 risiko tidak dapat diterima (unacceptable) dengan 20 strategi mitigasi. Mayoritas risiko bersumber dari faktor internal proyek, seperti jadwal yang terlalu padat, ketidakkonsistenan rencana kerja, kurangnya pemahaman terhadap gambar teknis, lambatnya mobilisasi sumber daya, serta ketidaksesuaian ketersediaan material. Upaya mitigasi diarahkan pada penyusunan jadwal dan rencana yang lebih terperinci, peninjauan cermat terhadap dokumen kontrak, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, dan peningkatan ketepatan perencanaan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam manajemen risiko keterlambatan, terutama pada proyek konstruksi di wilayah pesisir yang memiliki kondisi lingkungan khas.
Copyrights © 2025