Kurikulum Merdeka berfokus pada pengembangan keterampilan abad 21 dengan menekankan kemandirian dalam proses belajar. Dalam Kurikulum Merdeka, salah satu materi yang diajarkan adalah pola bilangan, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis serta memperkuat kemandirian dalam belajar. Berdasarkan observasi, peserta didik kurang inisiatif dalam menyelesaikan tugas ketika menghadapi kendala. Selain itu, tinjauan literatur menunjukkan belum adanya instrumen SLOA yang difokuskan pada materi pola bilangan. Dengan demikian, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan asesmen formatif berbasis Self-Directed Learning Oriented Assessment (SLOA) materi pola bilangan di kelas IV yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Asesmen formatif berbasis SLOA ini terdiri dari dua paket asesmen formatif yang memuat soal dan self-assessment. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahapan yaitu (analyze, design, development, implement dan evaluate). Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, rubrik self-assessment, dan soa pilihan ganda. Teknis analisis data yang diterapkan yaitu data kuantitatif yang diperoleh dari skor uji validasi, angket, dan soal pilihan ganda, data kualitatif dikumpulkan melalui komentar dan saran dari validator serta guru. Uji coba dilaksanakan di SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin dengan subjek penelitian berjumlah 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen formatif berbasis SLOA materi pola bilangan dikategorikan valid, praktis, dan efektif.
Copyrights © 2025