Bantuan desa merupakan salah satu upaya strategis untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan. Bantuan desa tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat agar desa dapat berkembang. Seperti yang terjadi di Desa Kempleng juga terdapat permasalahan dalam penyaluran bantuan. Dalam penyaluran bantuan dianggap tidak merata dan tidak tepat sasaran. Untuk proses pemilihan dan penyaluran bantuan dianggap tidak transparan. Selain itu dalam proses pemilihan membutuhkan waktu yang lama sebab banyaknya data. Untuk mengatasi permasalan tersebut menggunakan sistem web dengan metode Algoritma K-Means clustering memudahkan dalam pengolahan berkas. Untuk perhitungan menggunaka 7 variabel yaitu nama kepala keluarga, jumlah tanggungan, kondisi bangunan rumah, kepemilikan lahan pertanian, kepemilikan peternakan, kepemilikan kendaraan dan penghasilan. Kemudian dari data tersebut dilakukan perhitungan menggunakan algoritma K-Means clustering. Dari perhitungan didapa tkan hasil 2 klaster yaitu mendapat bantuan dan tidak mendapatbantuan. Untuk klaster yanglayak menerima bantuan ada 273 orang dengan presentase 22%, dan yang tidak layak menerima bantuan ada 1072 orang dengan presentase 78%.
Copyrights © 2025