Studi ini menganalisis frustrasi kerja sebagai bentuk stres psikologis melalui tinjauan sistematis literatur tentang regulasi emosi dan resiliensi karyawan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian menggabungkan temuan dari jurnal nasional dan internasional terbitan 2015–2024. Analisis menyoroti bagaimana strategi regulasi emosi dan mekanisme resiliensi memengaruhi tingkat frustrasi kerja dalam berbagai konteks organisasi. Hasil menunjukkan bahwa regulasi emosi yang buruk dan resiliensi rendah meningkatkan intensitas frustrasi, menurunkan kinerja, kepuasan kerja, serta kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, karyawan dengan kesadaran emosional tinggi dan resiliensi kuat lebih mampu beradaptasi terhadap tekanan, menjaga motivasi, dan mencegah burnout. Kesimpulan menegaskan bahwa regulasi emosi dan resiliensi berperan penting dalam mereduksi frustrasi kerja dan stres psikologis. Oleh karena itu, organisasi disarankan mengembangkan program pelatihan untuk memperkuat sumber daya psikologis demi kesehatan mental dan produktivitas karyawan.
Copyrights © 2025