Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna dasar dan makna relasional kata ‘ululabsar’ dalam Al-Qur’an dengan menggunakan teori semantik Toshihiko Izutsu. Kata ululabsar termaktub empat kali dalam Al-Qur’an dalam konteks yang berbeda-beda. Penelitian ini berusaha menghubungkan makna dasar dan makna relasional kata tersebut agar menuju pemaknaan yang utuh. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik studi pustaka dalam pengumpulan datanya dan menerapkan teknik deskriptif korelatif dalam analisisnya. Sumber data primernya adalah Al-Qur’an dan buku God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung karya Izutsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata ‘ululabsar’ memiliki makna dasar dan makna relasional. Makna dasarnya adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pandangan yang jelas. Sedangkan makna relasionalnya setelah dianalisis secara semantik, kata ‘ululabsar’ memiliki keterkaitan kuat dengan kata-kata lain dalam Al-Qur’an, seperti kata Allah, layl-nahar, Ibrahim-Ishak-Yakub, dan ‘ibrah. Terdapat sinonim kata ululabsar dalam Al-Qur’an, yaitu kata ululalbab, ululilmi, ulama, ulu al-nuha, dan ahl al-zikr. Sedangkan antonimnya adalah kata jahil dan sufaha.
Copyrights © 2026