Azhar Ilham Haliwungan
Universitas Selamat Sri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

استعارة المطر في شعر نزار قباني وساباردي جوكو دامونو: دراسة في الأدب المقارن Azhar Ilham Haliwungan; Wahid Muhadzdzib Yassar
'ARABIYYA: JURNAL STUDI BAHASA ARAB Vol. 15 No. 01 (2026): Arabiyya: Jurnal Studi Bahasa Arab
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/948qsp43

Abstract

This study examines rain metaphors in the poetry of Nizar Qabbani and Sapardi Djoko Damono through a comparative literature approach. Employing a descriptive qualitative method and library research techniques, this study analyzes several rain-themed poems written by both poets. The findings reveal that rain functions as a medium of emotional expression, longing, and poetic imagery through personification in both poets’ works. However, each poet constructs rain metaphorically in different ways. Nizar Qabbani positions rain as an external medium connecting the lyrical subject with the beloved, making it a romantic and emotional symbol. In contrast, Sapardi Djoko Damono internalizes rain as a contemplative metaphor closely related to inwardness, silence, and existential reflection. These differences indicate distinct aesthetic tendencies between modern Arabic poetry and modern Indonesian lyric poetry in interpreting natural phenomena as symbolic representations of human emotions.
Makna Dasar dan Makna Relasional Ululabsar dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Azhar Ilham Haliwungan; Zumrotul Imanda Wachid Hakim
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/zyxa1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna dasar dan makna relasional kata ‘ululabsar’ dalam Al-Qur’an dengan menggunakan teori semantik Toshihiko Izutsu. Kata ululabsar termaktub empat kali dalam Al-Qur’an dalam konteks yang berbeda-beda. Penelitian ini berusaha menghubungkan makna dasar dan makna relasional kata tersebut agar menuju pemaknaan yang utuh. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik studi pustaka dalam pengumpulan datanya dan menerapkan teknik deskriptif korelatif dalam analisisnya. Sumber data primernya adalah Al-Qur’an dan buku God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung karya Izutsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata ‘ululabsar’ memiliki makna dasar dan makna relasional. Makna dasarnya adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pandangan yang jelas. Sedangkan makna relasionalnya setelah dianalisis secara semantik, kata ‘ululabsar’ memiliki keterkaitan kuat dengan kata-kata lain dalam Al-Qur’an, seperti kata Allah, layl-nahar, Ibrahim-Ishak-Yakub, dan ‘ibrah. Terdapat sinonim kata ululabsar dalam Al-Qur’an, yaitu kata ululalbab, ululilmi, ulama, ulu al-nuha, dan ahl al-zikr. Sedangkan antonimnya adalah kata jahil dan sufaha.
Register Doa Qurani: Kajian Linguistik Fungsional atas Ayat-ayat Doa dalam Surah Ibrāhīm, Maryam, dan al-Anbiyāʾ Azhar Ilham Haliwungan; Rahmah Fauziah Adisti; Faalih Haramain; Ahda Sabila
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 2 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/bgbrh479

Abstract

Kajian linguistik atas Al-Qur'an selama ini lebih banyak bergerak di ranah analisis wacana dan stilistika secara makro, tanpa membedah variasi register internal yang ada di dalamnya secara spesifik. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat doa dalam surah Ibrāhīm, Maryam, dan al-Anbiyāʾ sebagai korpus untuk membuktikan bahwa ayat-ayat tersebut membentuk register yang distingtif dalam sistem wacana Al-Qur'an. Dengan menggunakan kerangka teori register Halliday dan Hasan dan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis analisis korpus, penelitian ini menganalisis penanda leksiko-gramatikal serta konfigurasi field, tenor, dan mode pada seluruh ayat doa yang memuat formula vokasi langsung رَبِّ dan رَبَّنَا dalam ketiga surah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ayat-ayat doa memiliki penanda leksiko-gramatikal yang khas dan konsisten, mencakup dominasi term rabb sebagai vokasi relasional, modus imperatif dan larangan sebagai penanda permohonan, serta struktur tiga lapis berulang berupa nidāʾ, konten permohonan, dan justifikasi. Konfigurasi field beroperasi secara konsisten dalam orientasi dari keterbatasan manusiawi menuju pengharapan intervensi ilahi; tenor membangun relasi yang asimetris secara ontologis namun intim secara komunikatif; dan mode berfungsi sebagai monolog dialogis yang secara struktural mengandaikan respons ilahi. Konsistensi konfigurasi ini lintas surah dan konteks naratif membuktikan bahwa doa Al-Qur'an adalah register tersendiri, sekaligus memberikan basis linguistik yang empiris untuk memahami konstruksi relasi manusia-Tuhan dalam tradisi Islam.