Artikel ini mengkaji linguistik forensik hadis sebagai pendekatan bantu dalam uji otentisitas teks hadis, khususnya melalui stylometry dan deteksi anakronisme kebahasaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peredaran kutipan hadis di ruang digital dan kebutuhan untuk memperkuat kritik matn melalui analisis bahasa yang lebih sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan studi kasus teks terhadap riwayat “al-sultan zill Allah fi al-ard”. Data dianalisis melalui kritik hadis klasik, pembacaan stylometry secara konseptual, dan analisis linguistik historis terhadap istilah politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa linguistik forensik dapat membantu mengidentifikasi anomali gaya bahasa, kecenderungan ideologis, dan kemungkinan anakronisme penggunaan istilah politik dalam matn hadis. Namun, temuan kebahasaan tidak dapat berdiri sendiri sebagai penentu final status hadis. Ia harus diverifikasi melalui takhrij, kritik sanad, perbandingan varian matn, dan analisis sejarah istilah. Artikel ini menegaskan bahwa linguistik forensik hadis dapat memperkuat kritik matn dan berkontribusi bagi pengembangan Islamic digital humanities.
Copyrights © 2026