Penelitian ini mengkaji penokohan dan latar dalam naskah drama Gadis Kretek karya Ratih Kumala dengan menggunakan teori Marquard sebagai landasan konseptual. Permasalahan penelitian berangkat dari kompleksitas karakter dan latar budaya-historis yang tidak disajikan melalui satu narasi tunggal, melainkan melalui keberagaman sudut pandang, konflik batin, dan pergeseran waktu dramatik. Teori Marquard menekankan pluralisme naratif sebagai penolakan terhadap kebenaran tunggal, pengakuan atas keterbatasan manusia sebagai makhluk historis, serta peran tradisi sebagai sumber orientasi identitas yang sekaligus bersifat membatasi. Kerangka ini relevan untuk menelaah bagaimana tokoh-tokoh dalam drama membangun makna diri melalui negosiasi dengan norma budaya dan tekanan sejarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi skeptisisme terhadap narasi tunggal, keterbatasan manusia dalam pembentukan karakter, peran latar budaya Jawa dalam konstruksi identitas tokoh, serta pluralisme naratif yang membentuk struktur dramatik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan. Data berupa kutipan dialog, petunjuk pementasan, dan unsur tekstual lain dianalisis berdasarkan konsep pluralisme, skeptisisme terhadap monomitos, serta fungsi tradisi dalam teori Marquard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penokohan dan latar saling membentuk secara dialektis dalam menghasilkan struktur dramatik yang reflektif dan kritis.
Copyrights © 2026