Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan siswa yang berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti lupa waktu, menurunnya fokus belajar, konflik pertemanan, paparan konten negatif, dan lemahnya pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam membentuk self-control siswa terhadap dampak negatif media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Penelitian ini dilaksanakan melalui penelusuran dan pengkajian berbagai sumber pustaka yang relevan, meliputi artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berperan sebagai dasar moral dan spiritual bagi siswa dalam menggunakan media sosial secara bijak. Internalisasi nilai tersebut terbentuk melalui pemahaman agama, pembiasaan ibadah, nasihat, keteladanan guru, dialog, pendampingan konseling, serta dukungan keluarga. Guru Pendidikan Agama Islam berperan menghubungkan ajaran agama dengan perilaku digital siswa, sedangkan layanan konseling sekolah membantu siswa mengelola emosi dan konflik sosial akibat media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan self-control siswa di era digital memerlukan kerja sama antara siswa, guru, sekolah, dan orang tua agar penggunaan media sosial tetap berlandaskan akhlak, tanggung jawab, dan kesadaran religius.
Copyrights © 2026