Perkembangan teknologi digital saat ini membawa perubahan yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep memaafkan dan ketenangan jiwa dalam perspektif psikologi positif dan Islam sebagai upaya menjaga kesehatan mental Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa memaafkan efektif dalam mengurangi emosi negatif, seperti amarah, kecewa dan sakit hati, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis, kesehatan fisik, dan kualitas hubungan interpersonal. Dalam psikologi positif, memaafkan merupakan kekuatan karakter yang berkontribusi terhadap peningkatan emosi positif, kepuasan hidup, dan kesejahteraan individu. Sementara itu, konsep ketenangan jiwa dalam Islam yang diwujudkan melalui zikir, doa, tawakkal, sabar, dan ridha memiliki keselarasan dengan konsep psikologi modern seperti mindfulness, acceptance, positive reframing, dan social well-being. Integrasi antara memaafkan dan ketenangan jiwa dapat membantu Generasi Z mengembangkan ketahanan psikologis, keseimbangan emosional, serta kesehatan mental yang lebih baik. Dengan demikian, penguatan nilai-nilai Islam dan pendekatan psikologi positif dapat menjadi landasan yang efektif dalam membangun kesehatan mental Generasi Z yang tangguh secara emosional, psikologis, dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang modern.
Copyrights © 2026