Di era arus informasi digital yang sangat cepat saat ini, mengakibatkan penanaman nilai spiritual pada anak-anak menjadi sangat sulit. Hal ini menyebabkan, waktu interaksi penting antara orang tua dan anak berkurang. Dengan menganalisis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran orang tua dalam hal ini. Metode studi literatur sistematis (systematic literature review) digunakan untuk menganalisis artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang mencakup literatur domestik dan internasional yang telah melalui peninjauan rekan dan memenuhi standar kelayakan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dimensi utama yang membentuk peran orang tua dalam mengajarkan anak-anak nilai spiritual: (1) contoh dalam tindakan ibadah dan etika sehari-hari; (2) pembiasaan yang konsisten terhadap ritual keagamaan dalam keluarga; dan (3) komunikasi spiritual yang terbuka. Harmoni hubungan orang tua-anak, keselarasan nilai dalam keluarga dan lingkungan sosial, dan kemampuan orang tua untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman modern adalah semua faktor yang mempengaruhi efektivitas penanaman nilai spiritual. Disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang utama dalam membentuk spiritualitas anak, dan keberhasilannya sangat bergantung pada keteladanan yang konsisten dan komunikasi yang baik dalam keluarga.
Copyrights © 2026