Pasuruan memiliki kawasan hutan mangrove yang luas di pesisir utara. Mangrove memiliki potensi besar sebagai komoditi pangan, obat, dan kosmetik. Pengembangan pemanfaatan mangrove masih terbatas pada produksi minuman buah mangrove dan keripik mangrove. Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan fasilitas produksi dan pemasaran serta meningkatnya persaingan produk makanan di Pasuruan. Kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) di kabupaten Pasuruan tersebar di beberapa Desa dan menghasilkan produk makanan. Mitra pengabdian adalah Poklahsar Mina Usaha di Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan, perlu peningkatkan diversifikasi produk dan teknologi pengolahan mangrove. Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM), mengusulkan solusi berupa diversifikasi produk olahan berbasis tepung mangrove seperti stik, roti brownies, dan kue kering, serta pengenalan teknologi tepat guna dan manajemen usaha berbasis ICT. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mitra, serta memberikan pelatihan kepada mereka dalam diversifikasi produk dan pengolahan mangrove. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah sosialisasi, pelatihan, dan respon positif dari peserta yang tertarik untuk mengembangkan produk stik mangrove dan brownies mangrove sebagai produk unggulan Desa Patuguran.
Copyrights © 2024