Globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang multikultural. Arus budaya global, fragmentasi identitas, serta meningkatnya polarisasi sosial berpotensi melemahkan internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan identitas nasional warga negara Indonesia. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penguatan identitas nasional dapat dilakukan melalui pendidikan Pancasila dan pendidikan multikultural, serta apakah warga negara Indonesia mampu mempertahankan identitas nasionalnya di tengah perubahan global tersebut. Penelitian ini mengajukan pertanyaan penelitian: (1) bagaimana peran pendidikan Pancasila dan multikulturalisme dalam penguatan identitas nasional, (2) sejauh mana hasil penguatan identitas nasional tercermin pada sikap dan perilaku warga negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis kritis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan identitas nasional pada warga negara Indonesia pada dasarnya dapat dilakukan, namun tidak berlangsung secara otomatis. Keberhasilannya sangat bergantung pada pendekatan pendidikan yang kontekstual, dialogis, dan inklusif, serta dukungan kebijakan publik dan literasi digital. Dengan demikian, penguatan identitas nasional perlu dipahami sebagai proses berkelanjutan yang menempatkan warga negara sebagai subjek aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Copyrights © 2025