Pindang ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu olahan ikan yang menjadi sumber protein murah dan digemari oleh masyarakat di Indonesia. Higiene dan sanitasi adalah salah satu aspek penting dalam proses pemindangan ikan Bandeng. Aspek ini merupakan upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Implementasi higiene dan sanitasi di seluruh rantai proses produksi juga berkaitan erat dengan keamanan pangan yang menjadi faktor penting pada produk konsumsi manusia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kecukupan penerapan higiene dan sanitasi di UKM Pengolahan Pindang Ikan Bandeng Cimesir di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan penilaian ceklis. Data penelitian yang kemudian dianalisis secara deskriptif sebagai presentase dari pemenuhan higiene dan sanitasi sesuai dengan standar higiene dan sanitasi pada Peraturan Mentri Kesehatan (Kemenkes) RI No. 1096 Tahun 2011. Hasil observasi dan penilaian pemenuhan higine dan sanitasi pada UKM ikan pindang Cimesir berkisar dari 20% - 40%. Pemenuhan persaratan higiene dan sanitasi terendah ada pada aspek Higine dan Sanitasi Karyawan (20%) sedangkan pemenuhan teringgi ada pada aspek Bahan Baku (40%).
Copyrights © 2025