Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kerja karyawan, khususnya Generasi Z yang tumbuh dan berinteraksi dalam lingkungan yang sangat terhubung dengan teknologi. Di satu sisi, digitalisasi mendukung efisiensi kerja, namun di sisi lain memunculkan tantangan berupa digital distraction, keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan stres kerja yang berpotensi memengaruhi produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital distraction, work-life balance, dan stres kerja terhadap produktivitas karyawan Generasi Z di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Sebaliknya, digital distraction dan stres kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi faktor yang paling menentukan dalam meningkatkan produktivitas Generasi Z. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung work-life balance, disertai upaya peningkatan literasi digital dan pengelolaan stres kerja agar produktivitas karyawan dapat terjaga secara optimal dalam lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi.
Copyrights © 2026