Meningkatnya dinamika hubungan antarumat beragama di tingkat lokal menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat Islam dalam memperkuat toleransi dan kohesi sosial. Kasus penyegelan tempat ibadah di Kabupaten Purwakarta menunjukkan bahwa penguatan moderasi dan dialog lintas agama masih menjadi kebutuhan yang mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Muhammadiyah dalam meningkatkan toleransi beragama di Kecamatan Babakan Cikao melalui program, strategi implementasi, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah berkontribusi dalam membangun toleransi melalui pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan interaksi antarumat beragama yang mendorong tumbuhnya saling pengertian dan kepercayaan. Efektivitas program didukung oleh partisipasi masyarakat dan komitmen kelembagaan, meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya, pendanaan, dan sarana pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa organisasi masyarakat keagamaan memiliki peran strategis sebagai agen pembangunan perdamaian di tingkat lokal, sehingga penguatan kolaborasi kelembagaan dan dukungan kebijakan menjadi penting untuk memperluas dampak program toleransi beragama.
Copyrights © 2026