Konservatisme akuntansi merupakan prinsip penting dalam pelaporan keuangan karena berperan dalam meningkatkan kehati-hatian dan keandalan informasi yang disajikan kepada para pemangku kepentingan. Pada sektor industrial, tingginya aktivitas operasional, penggunaan aset tetap yang besar, serta risiko bisnis yang kompleks menjadikan penerapan konservatisme akuntansi semakin relevan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Growth Opportunity, Return on Equity (ROE), dan Capital Intensity terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor industrial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Konservatisme akuntansi diukur menggunakan model akrual non-operasional, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Growth Opportunity tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, Return on Equity berpengaruh negatif, dan Capital Intensity berpengaruh positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas dan intensitas aset menjadi faktor penting yang memengaruhi penerapan konservatisme akuntansi. Penelitian ini mendukung konsep prudence dalam pelaporan keuangan serta memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan pelaporan yang lebih andal dan berhati-hati.
Copyrights © 2026