Transformasi digital di sektor publik mendorong pemerintah mengadopsi pola kerja yang lebih fleksibel untuk meningkatkan efisiensi organisasi tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah penerapan Work from anywhere (WFA), yang masih memerlukan evaluasi terhadap efektivitas implementasinya di lingkungan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Work from anywhere sebagai strategi efisiensi anggaran serta dampaknya terhadap kinerja pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara mendalam dan analisis terhadap pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kerja hibrida mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya organisasi melalui pengurangan biaya operasional sekaligus memberikan fleksibilitas yang mendukung produktivitas dan keseimbangan kerja pegawai. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur digital, keandalan aplikasi pendukung, serta mekanisme pengawasan kinerja yang belum sepenuhnya optimal. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan Work from anywhere bergantung pada integrasi teknologi, tata kelola kinerja, dan penguatan kapasitas organisasi untuk mendukung transformasi birokrasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026