Evaluasi merupakan komponen esensial dalam pembelajaran bahasa karena menentukan kualitas asesmen dan menjadi dasar pengambilan keputusan pedagogis. Namun, dalam pembelajaran bahasa Arab masih terdapat kerancuan konseptual antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi yang berimplikasi pada kurang tepatnya perancangan sistem asesmen. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan konseptual ketiga istilah tersebut serta mengkaji implementasinya dalam evaluasi empat keterampilan berbahasa Arab, yaitu istimā’, kalām, qirā’ah, dan kitābah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis kritis terhadap literatur mengenai evaluasi pendidikan dan pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan konsep yang saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi dan ruang lingkup yang berbeda dalam proses asesmen. Evaluasi yang efektif memerlukan penerapan prinsip objektivitas, validitas, reliabilitas, dan keadilan melalui asesmen autentik yang disesuaikan dengan karakteristik setiap keterampilan berbahasa. Selain itu, integrasi keterampilan abad ke-21 (critical thinking, creativity, collaboration, dan communication) memperkuat orientasi evaluasi yang tidak hanya mengukur capaian belajar, tetapi juga mengembangkan kompetensi berbahasa secara holistik. Temuan ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan sistem evaluasi pembelajaran bahasa Arab yang lebih komprehensif, kontekstual, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026