Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi humas digital Kementerian Ketenagakerjaan dalam membentuk opini publik dan menjaga citra institusi di tengah krisis akibat kasus dugaan suap perizinan Tenaga Kerja Asing (TKA) di era media sosial. Penelitian ini penting dilakukan karena opini publik di media sosial berkembang sangat cepat dan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah. Kajian mengenai strategi humas digital pemerintah dalam menghadapi kasus korupsi masih relatif terbatas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui kajian literatur, berita daring, dan informasi media sosial terkait kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan konsep digital public relations dan teori manajemen krisis Steven Fink sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan masih bersifat pasif dan normatif sehingga belum mampu mengimbangi dominasi pemberitaan negatif di media massa dan media sosial. Minimnya komunikasi dua arah dan transparansi informasi menyebabkan opini publik berkembang negatif terhadap institusi. Oleh karena itu, strategi humas digital yang responsif dan interaktif sangat diperlukan dalam pengelolaan komunikasi krisis di era media sosial.
Copyrights © 2026